Home / Bisnis / Pop Up Frame Bisnis Kreatif dari Seni Menempel Kertas

Pop Up Frame Bisnis Kreatif dari Seni Menempel Kertas

Pernah mendapat kartu ucapan Natal, Idul Fitri atau tahun baru yang saat dibuka didalamnya ada bentuk tiga dimensi seperti lonceng, pohon cemara atau ketupat? Jika pernah, itu merupakan salah satu bentuk sederhana dalam seni pop up. Kartu pop up ini sangat menarik karena akan memunculkan efek tiga dimensi (3D) saat dibuka.

Sekilas pop up hampir sama dengan origami, kedua seni ini mempergunakan tehnik melipat kertas. Bedanya, origami lebih memfokuskan diri pada menciptakan objek atau benda, sedangkan pop-up lebih cenderung pada pembuatan mekanis kertas. Hasilnya gambar tampak timbul atau 3D dengan menggunakan perspektif atau dimensi. Seiring waktu, kreasi tersebut terus berkembang. Salah satunya menjadi pop up frame, yakni rangkaian gambar timbul atau 3D yang disusun dalam media frame (bingkai).

“Penggemar seni pop up frame di Semarang cukup banyak. Mereka umumnya ingin memberi hadiah atau souvenir yang berbeda dari yang lain. Konsep mudahnya, melalui seni ini, kita ingin menampilkan obyek yang tadinya hanya dua dimensi menjadi tiga dimensi,” papar penggiat pop up frame di Semarang, Rima Yunita.

Melalui usahanya, Bikinniland, dirinya mencoba lebih jauh untuk memperkenalkan seni pop up frame. Tidak hanya sebatas untuk souvenir, kado ulangtahun atau hiasan, pop up frame pun berkembang menjadi kreasi untuk mahar atau mas kawin dalam seserahan, janji suci atau ijab pernikahan.

“Jika biasanya mahar hanya dimasukan ke dalam kotak berhias, melalui seni pop up frame bisa kita kreasikan menjadi lebih menarik lagi. Misalnya, lembaran-lembaran uang mahar untuk calon pengantin dikreasikan menjadi berbentuk baju pengantin,” terangnya, saat ditemui di rumah sekaligus galeri miliknya di Perum Emerald Asri Blok A2/58 Meteseh Tembalang.

Contoh lainnya, untuk mahar calon pengantin yang berprofesi sebagai pilot, Rima  membentuk lembaran-lembaran uang menjadi pesawat yang dihidupkan dengan sisipan karikatur dua calon pengantin. Perpaduan desain modern dan kerajinan tangan itu pun unik dan menarik.

Untuk mempertahankan kualitas, kreativitas menjadi kunci utama keberhasilan. “Bisnis pop up bukan hanya mampu mengemas dengan menarik, melainkan juga bermain seni dan kreativitas. Meski semua orang bisa membuat pop up, kreativitas itu tidak bisa dicontoh,” ujarnya.

Lalu bagaimana cara membuat pop up frame? Umumnya, konsumen cukup datang atau mengirimkan konsep yang diinginkan. Jika tidak, Rima akan mencoba mengetahui latar belakang orang yang akan menerimanya. Tujuannya agar kreasi yang dihasilkan sesuai dengan maksud, karakter atau profesi orang dituju. “Biasanya konsumen datang hanya membawa foto diri mereka, lalu mereka meminta ingin dibuatkan tema tertentu yang diinginkan. Tugas kita bagaimana mewujudkannya,” paparnya.

Setelah konsep ditentukan, berbagai gambar pendukung pun dicari. Jika tidak ada, mereka akan membuat sendiri atau mencetak di atas kertas. Setelah itu gambar digunting atau dipotong satu persatu. “Misalnya ingin membuat pop up frame foto kita tengah di taman kota. Ada banyak gambar yang diperlukan seperti gambar pohon, bangku taman, lampu taman, rerumputan hingga bunga-bunga, selain foto kita sendiri,” terangnya.

Seluruh gambar tersebut kemudian dirangkai dalam satu frame foto, agar kesan tiga dimensi muncul, setiap potongan gambar tersebut diberi sekat berupa busa atau gabus. “Jadi gambar tidak saling menempel, ada jaraknya sehingga menimbulkan efek tiga dimensi,” paparnya.

Bahan-bahan yang diperlukan tidak khusus, dapat ditemukan di toko mana saja. Bahannya hanya kertas minimal 200 gram, gunting kertas, penggaris, cutter, cutting matt dan double tape. Meski kelihatannya mudah, namun dibutuhkan imajinasi dan kreasi dalam membuat pola gambar yang diinginkan.

Untuk inspirasi desain, alumnus Desain Grafis Universitas Negeri Sebelas Maret Solo tersebut mengaku bisa mendapat darimana saja, mulai dari browsing internet, melihat televisi hingga dalam kehidupan sehari-hari. “Itu sebabnya seni pop up tidak pernah sama, tergantung dengan inspirasi pembuatnya serta tema yang diangkat,” imbuhnya.

Tertarik untuk mencoba bisnis serupa? Atau ingin melihat berbagai karya hingga memesan seni pop up frame? Coba saja cek instagram mereka di @bikinniland atau facebook dengan nama yang sama. ***

About simpang5

Check Also

aluna home spa

Aluna Home Spa

Bagi Anda yang ingin melakukan perawatan tubuh agar terlihat lebih indah dan menyehatkan, Aluna Home …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *