Home / Jalan-Jalan / Wisata Sejarah di Klenteng Sam Poo Kong

Wisata Sejarah di Klenteng Sam Poo Kong

Tidak lengkap rasanya jika berkunjung ke Kota Semarang, tanpa menjejakkan kaki di Klenteng Sam Poo Kong. Berciri gedung megah dengan dominasi warna merah, serta patung perunggu Laksamana Cheng Ho setinggi 10,7 meter, menjadikannya mudah dikenali. Tidak heran, jika objek ini menjadi salah satu destinasi wisata yang paling sering disinggahi.

Klenteng Sam Poo Kong dipercaya sebagai sebuah petilasan, yaitu bekas tempat persinggahan dan pendaratan pertama seorang Laksamana asal Tiongkok, yang bernama Zheng He atau Cheng Ho. Jika ditilik dari sejarah Kota Semarang, lokasi Klenteng Sam Poo Kong saat ini yang terletak di Simongan Bongsari Semarang Barat tersebut merupakan pelabuhan. Pada 1405 M, pelabuhan masa lampau itu diperkirakan berada di daerah Pasar Bulu yang memanjang ke Simongan.

Di dalam komplek klenteng ini terdapat beberapa anjungan yang termasuk di dalamnya, seperti Klenteng Besar, Klenteng Tho Tee Kong hingga Goa Batu. Selain itu juga anjungan yang didalamnya terdapat makam Wang Jinghong, sang juru mudi. Masyarakat kemudian mengenalnya dengan Kyai Juru Mudi, dengan nama Dampo Awang.

Di dalamnya juga terdapat relief yang berisi cerita singkat tentang awal perjalanan Cheng Ho, hingga mendarat di Semarang. Relief yang dibuat menjelang perayaan 600 Tahun Pendaratan Cheng Ho tersebut menggambarkan cerita yang ditulis dalam tiga bahasa yakni China, Inggris, dan Indonesia. Dari cerita relief, pengunjung bisa melihat misi utama Cheng Ho.

Sejak 2011, keindahan Kelenteng Sam Poo Kong kian lengkap dengan kehadiran patung Cheng Ho terbesar di dunia. Patung perunggu setinggi 10,7 meter itu lebih tinggi dari patung serupa di Malaka. Selain melihat-lihat keindahan kelenteng, di tempat itu, pengunjung juga bisa berfoto dengan mengenakan baju khas Tionghoa.

Jadi jangan lupa untuk mengabadikan beberapa momen di dalam kompleks klenteng ini. Ada beberapa titik yang sering digunakan pengunjung untuk mengambil foto, selain dengan latar belakang patung Cheng Ho. Diantaranya patung dewa berjumlah delapan yang disebut dewa penjuru angin, bangunan klenteng hingga taman lampion.

Pengunjung pun bisa mengetahui berbagai sejarah dari klenteng ini. Tidak perlu khawatir, sebab ada pemandu wisata yang akan membantu. Harga tiket yang ditawarkan pun relatif terjangkau, namun jika ingin masuk ke dalam Klenteng Besar pengunjung diharuskan membayar lagi. Terkecuali bagi mereka yang ingin sembahyang. ***

About simpang5

Check Also

Gokart semarang

Ngedrift di Lintasan Gokart

Adu skill di atas lintasan gokart bisa menjadi pilihan untuk melepas kepenatan dari aktifitas sehari-hari. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *